Total Tayangan Laman

Jesus Jalan Keselamatan

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

Lam_Mar Sihaholongan

Lam_Mar Sihaholongan

Senin, 05 Desember 2011

apakah ada seorang PEMIMPIN yang mau menjadi seorang HAMBA??

PEMIMPIN DAN KEHAMBAAN
(LUK 22:24-27)

PENDAHULUAN
Ada banyak tipe pemimpin yang terdapat di dunia ini dan mereka menjalankan berbagai macam tipe kepemimpinan.Ada yang berusaha untuk menyenangkan orang banyak dan mereka mengubah Filosofinya seiring dengan perubahan angina politik. Yang lain mengejar keuntungan pribadi, kekayaan pribadi atau pertise/gengsi. Ada pemimpin yang pedduli dengan orang-orang dibawahnya.Lalu bagaimana dengan kepemimpinan yang diterapkan oleh orang-orangorang percaya?Bagaimana yang kepemimpinan yang terdapat dalam gereja?Sekilas kepemimpinan didalam gereja juga memberikan gambaran yang beraneka ragam, ada yang berperan secara dictator, ada yang terpokus pada pembangunan kerajaannya sendiri dan sebagainya.Lalu kepemimpinan yang bagaimanakah yang diinginkan Tuhan untuk kita terapkan? Kita akan membahas tentang jawaban yang Yesus berikan pada malam terakhir dalam pelayanannya dibumi, sebagaimana yang terdapat dalam Lukas 22:24-27.
       I.            YESUS MENCELA KEPEMIMPINAN DUNIAWI
Yesus dengan jelas menyatakan ada dua jenis kepemimpinan.Kepemimpinan sebagaimana yang Yesus teladankan dan kepemimpinan yang diterapkan oleh dunia atau orang-orang kafir. Tentunya, Ia menginginkan para muridNya untuk mengikuti kepemimpinan yang Ia teladankan daripada pola kepemimpinan dunia. Pesan yang dinyatakan dalam injil Lukas, menyatakan ada 3 karakteristik kepemimpinan yang diterapkan oleh dunia, yakni:
1.      Kepemimpinan dunia mengacu pada jabatan
Pada saaat para murid-murid berdebat, Alkitab menggambarkan keadaan sebagaimana adanya dari kedua belas murid. Mereka sedang merebutkan masalah tentang siapa yang terbaik, mereka sangat peduli tentang siapa yang duduk dan memerintah dalam kerajaan surga, mereka masing-masing berusaha untuk membuktikan diri mereka layak menjadi ‘wakil presiden’ di kerajaan surga, mereka sangat mementingkan jabatan.

2.      Kepemimpinan dunia dikontrol oleh kekuasaan
Para pemimpin dengan model kepemimpinan duniawi, sanagt suka untuk mengendalikan dan menunjjukan kekuasaan.Mereka tidak menghargai orang yang menantang mereka atau bahkan orang-orang yang mencoba mengoreksi mereka. Hasrat mereka atas kepemimpinan menghasilkan kekuatan dan mereka akan berusaha dan berjuang untuk mendapatkan posisi pemimpin agar dapat berkuasa diantara sesamanya.

3.      Kepemimpinan duniawi dijalankan dengan pretise/gengsi
Yesus mengatakan bahwa orang-orang seperti iini ingin diberi gelar dermawan, murah hati. Orang dermawan, yang murah hati mendukung kebutuhan orang lain. kebutuhan untuk diakui, dikenali orang lain pada saat mereka memberikan bantuan/dukungan kepada sesamanya. Kepemimpinan memberikan mereka pretise/gengsi.
Model kepemimpinan duniawi memiliki hak-hak istimewa, seorang pemimpin dunia dapat memperoleh tempat duduk terbaik, memiliki kendaraan terbaik, makanan yang terbaik, singkat cerita, segala sesuatu yang ia dapatkan adalah yang terbaik karena keistimewaan dari jabatan dan kekuasaannya memampukan ia mendapatkan hal-hal yang istimewa tersebut. Kepemimpinan membawa pretise/gengsi.
Yesus dengan tegas menyatakan bahwa kita sebagai orang percaya tidak menganut pola kepemimpinan yang demikian.Kerajaan Allah memiliki standar yang berbeda mengenai kepemimpinan.Sayangnya, orang-orang percaya tidak jarang masih mengadopsi pola kepemimpinan duniawi bahkan dalam menjalankan kepemimpinan didalam gereja termasukpara pendeta dan komisi-komisi yang terkait didalam struktur gereja.

       II.            YESUS MENGGAMBARAKAN KEPEMIMPINAN KRISTEN
Setelah Yesus menyatakan bahwa Ia tidak menginginkan pemimpin-pemimpinNya menjadi serupa dengan duniawi, Yesus memberikan gambaran yang positif mengenai bagaimana seharusnya murid-murid dan termasuk kita orang percaya memimpin.
1.      Kepemimpinan Kristen tidak mementingkan senioritas
Yesus mengatakan,”Yang terbesar hendaklah menjadi yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan”.Yesus membalikkan pola kepemimpinan yang selama ini dipandang ideal oleh dunia.Didalam keluarga, orang-orang yang lebih tua memperoleh penghormatan. Diberbagai macam budaya, mereka juga mendapatkan otoritas, seiring pertambahan usia sedangkan orang-orang muda biasanya tidak dapat melakukan banyak hal jika berkenaan dengan kepemimpinan. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan bahwa para pemimpin harus seperti orang-orang muda yakni harus merendahkan diri dan mengambil posisi yang paling rendah.Ingat bahwa para murid sedang memperdebatkan tentang siapa yang terhebat, bukan?Yesus mengajarkan bahwa kita tidak perlu memikirkan tentang siapa yang terhebat, siapa yang menjadi pemimpin. Para murid meyakini bahwa kehebatan seseorang diukur dari jabatan, kekuasaan dan pretise/gengsi tetapi Yesus mengajarkan dan memberikan teladan bahwa jabatan, kekuasaan dan pretise adalah kesia-siaan belaka karena yang terpenting adalah apa yang tertanam dalam karakter seseorang.

2.      Kepemimpinan Kristen ditandai dengan pelayanan
Yesus memulai dengan mengatakan siapa yang menjadi pemimpin hendaklah seperti yang melayani.Hal ini nampak seperti suatu model kepemimpinan yang radikal! Secara alami, manusia pasti ingin dilayani. Tetapi Yesus mengajarkan bahwa untuk menjadi pemimpin, justru kita harus melayani!
Hal ini juga berlaku bagi para pemimpin Kristen masa kini, anda dan saya adalah pelayanan gereja.Anda dan saya bukanlah seorang boss, bukan seorang dictator, melainkan seorang pelayanan. Apabila tidak ingin melayani maka sebenarnya kita tidak memiliki kualitas untuk menjadi pemimpin didalam gereja Kristus!
Melayani berarti memberi, bukan mendapatkan. Anda dan saya melayani untuk memberi kepada orang lain, memberkati mereka dan membangun serta memperkuat mereka, bukan untuk mendapatkan kekuasaan, jabatan atau pretise yang timbul akibat dari kita memimpin.
Pertayaanya adalah, sejauh mana kita akan menggunakan pengaruh dan kekuasaan? Apakah kita sedang membangun kerajaan kita dan nama kita ataukah membangun kerajaan Tuhan dan nama Tuhan?
Dunia mengajarkan bahwa pelayan dan pemimpin merupakan hal yang bertolak belakang.Yesus mengajarkan bahwa kita harus menjadi pemimpin yang melayani. Menjadi pemimpin yang berhati pelayan akan mengubah hati banyak orang dan akan menghasilkan perubahan dalam gereja.

 III.            EMPAT KARAKTERISTIK SEORANG HAMBA
Mari kita telaah bersama mengenai apa yang Yesus maksudkan saat Ia mengatakan pada para pengikutnya untuk menjadi pelayan. Ciri-ciri apakah yang dimiliki oleh seorang pelayan?
1.      Seorang hamba mengakui otoritas
Seorang pelayan tahu bahwa ia tidak sedang membangun kerajaannya sendiri melainkan sedang membantu orang lain/melayani orang lain. seorang pelayan tidak balik memberikan perintah kepada orang yang memiliki otoritas karena ia tahu bahwa  ia memiliki posisi/jabatan yang paling rendah, ia harus taat.

2.      Seorang hamba tidak memiliki hak
Seorang hamba tidak menuntuk haknya karena ia tahu ia tidak memiliki hak. Hamba akan mengejakan apa yang menjadi keinginan dari tuannya, ia tidak akan memilih untuk mogok bekerja.

3.      Seorang hamba berharap untuk bekerja keras
Seorang hamba tidak berharap untuk beristirahat dan hidup enak-enakan.Ia senang bekerja, bekerja keras. Mulai dari pagi hari sampai larut malam, seorang hamba bekerja dengan giat.
Dalam Luk 17:7-8, Yesus mengatakan bahwa "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum.Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
Mengahrapkan pekerjaan yang mudah, tidak berlaku untuk seorang hamba. Melayani adalah suatu pekerjaan yang sulit dan bagi seorang hamba, itulah yang ia harapkan.

4.      Seorang hamba tidak mengharapkan pengakuan
Seorang hamba tidak mengahrapkan untuk  diberikan ucapan terima kasih atau disambut setelah ia mengejarkan dengan baik apa yang ditugaskan kepadanya. Yesus melanjutkan pengajarannya mengenai kepemimpinan hamba ini dengan mengatakan: “Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan”.
Pekirkanlah tentang bagaimana keempat hal mewarnai perilau kepemimpinan hamba yang dapat kita terapkan.Apabila saudara memimpin sebagaimana Yesus instruksikan untuk saudara memimpin maka tentu saudara mengenali otoritas yang ada atas saudara sehingga saudara tidak menuntut hak atau berusaha keras untuk mendapatkan keuntungan dan perlakukan-perlakukan yang istimewa. Saudara akan menyadari bahwa kepemimpinan adalah kerja keras dan sebagai akibatnya maka sebagai pemimpin, saudara akan bekerja sekuat tenaga, lebih giat daripada yang lain dan saudara akan memimpin bukan untuk dikenali, bukan untuk diakui. Karena bagaimana kita menjalani kehidupan kita setiap hari adalah bentuk khotbah kita, menjadi kesaksian bagi banyak orang.

 IV.            HALANGAN-HALANGAN DALAM MENJALANKAN KEPEMIMPINAN HAMBA
Tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin yang juga melayani.Bahkan setisp orang pasti ingin memiliki seorang pelayan, seorang hamba.Tidak ada yang ingin menjadi pelayan atau hamba dari sesamanya.Apa yang menjauhkan kita dari menjalankan kepemimpinan hamba?
1.      Kebanggaan menghalangi kepamimpinan hamba
Kebanggan adalah kendala terbesar terhadap kepemimpinan hamba.Anda dapat dengan mudah mengabaikan posisi yang rendah, anda ingin menjadi boss.Anda mendambakan pengakuan.Kekuasaan memberikan rasa nyaman, title membuat ego menjadi besar dan anda senang saat orang melayani anda. Tetapi kebanggan tersebut tidakakan bertahan dalam kehidupan seorang pemimpin Kristen! Allah menentang orang yang congkak, orang yang berbangga hati oleh karena sesuatu yang sia-sia.Allah justru mengasihani orang yang rendah hati.

2.      Rasa tidak aman menghalangi kepemimpinan hamba
Rasa tidak aman adalah kendala terbesar untuk menjalankan kepemimpinan hamba. Orang yang merasa tidak aman tidak akan dapat menerima kritik! Ia tidak dapat merendahkan diri karena takut dengan apa yang orang lain akan pikirkan tentang dirinya. Ia merasa tidak aman dengan dirinya, jabatannya, otoritasnya! Apabila anda merasa sulit untuk menjadi seorang hamba, periksalah tanda-tanda rasa tidak aman dalam hidup anda.

3.      Kekurangan figure keteladanan menghalangi kepemimpinan hamba
Kekurangan figure yang mampu menjadi contoh/memberikan keteladanan akan menghalagi kemampuan kita dalam menjalan kepemimpinan hamba. Tidak banyak orang yang dibesarkan dengan teladan kepemimpinan hamba, tidak banyak orang yang menjadi pemimpin dengan mengikuti teladan yang baik.Namun, walau kekurangan figur keteladanan ini menjadikan model kepemimpinan hamba terasa sulit untuk dilaksanakan, bukan berarti ini adalah hal yang mustahil. Yesus Kristus  telah berdiri menjadi teladan kita. kita harus mulai melihat dan mengikuti segala keteladanan yang telah diberikannya.



    V.            CONTOH KEPEMIMPINAN HAMBA :YESUS
Yesus telah memberikan teladan bagi para muridNya dan bagi kita orang percaya.Ia adalah pemimpin terbesar, terhebat yang ada di dunia. Yesus datang sebagai pelayanan dan bahkan Ia sendiri yang mengatakan, sebagaimana yang terdapat dalam Lukas 22:27 “….. tetapi aku ada ditegah-tengah kaum sebagai pelayan”. Suatu peryataan yang luar biasa yang keluar dari seorang raja diantara raja-raja Tuhan dari segala tuhan.
Dalam Yohanes, kita juga belajar dimensi yang lain dari kepemimpinan hamba yang diteladankan oleh Yesus, ia mencuci kaki murid-muridNya, Yesus menjadi pelayan, menjadi hamba bagi murid-muridNya! Dengan mencuci kaki para muridNya, Yesus memberi sebuah contoh untuk diikuti bahkan oleh para pemimpin masa kini, sebagaimana penjelasan di dalam injil Markus 10:45, “karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banya orang”. Yesus tidak melakukan sebagaimana yang telah Ia teladankan.
Banyak orang ingin melayani Yesus tetapi tidak ingin melayani sesamanya. Pada akhirnya, hendaklah kita ingat bahwa kehebatan, kehebatan, kebesaran dari kemampuan kepemimpinan kita diukur dari seberapa besar keinginan kita untuk melayani orang lain.

 VI.            KESIMPULAN
Setelah kita mengikuti satu persatu pembahasan mengenai kepemimpinan ini, kita dapat menginstropeksi diri kita.kepemimpinan yang bagaimanakah yang telah kita jalankan selama ini?Apakah saudara memimpin sebagaimana pemimpin-pemimpin duniawi menjalankan peran mereka ataukah kepemimpinan hamba yang telah Yesus teladankan? Marilah kita jujur dan terbuka di hadapan Allah, biarlah Allah bekerja di dalam hidup kita dan akuilah segala kesalahan yang telah kita lakukan dalam melayani Tuhan dan mintalah kepada Tuhan untuk menaruh hati hamba di dalam kita sebagaimana yang dimiliki oleh Yesus.

SELAMAT MEMIMPIN, SELAMAT MELAYANI
“TUHAN YESUS MEMBERKATI”
LEADERSHIP
Nats     :     Efesus 1:18-23
1.      KEMULIAAN GEREJA
1)      Gereja adalah                         Yesus Kristus (23)
2)      Gereja adalah                         dari segala ciptaan (23)
3)      Maka Gereja adalah                       dan                        dari Allah

2.      KITA DIPANGGIL SEBAGAI PEMIMPIN DIANTARA PEMIMPIN
1)      Kejadian 1:16
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
2)      Matius 28:18-20
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

3)      Kepentingan panggilan yang dimiliki oleh pemimpin
A.    Pengaruh (Roma 5:19) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
B.     Pentingnya Visi =>  Pemimpin melihat visi dan jemaat melihat pemimpin

3.      SIAPAKAH PEMIMPIN ITU?
·         L-Leadership (yang memiliki kepemimpinan)
A.    Apa arti Kepemimpinan?
ü  Jhon Maxwell => “kepemimpinan adalah pengaruh untuk mencapai tujuan”
ü  Bill Hybels => “kepemimpinan adalah orang yang memiliki visi dengan menggambar suatu komunitas yang dipinpin oleh Tuhan”
ü  Walter Wright => “kepemimpinan adalah hubungan akan mendatangkan perubahan
ü  Ricard Hughs => kepemimpinan adalah suatu pengaruh dalam suatu komunitas, proses untuk mencapai suatu tujuan. Itu harus memiliki semua anggota komunitas bukan memiliki satu orang.pengikut juga bagian yang penting dari kepemimpinan.

B.     Leadership = leader + ship (kapal)
ü  Kepemimpinan adalah kemampuan utnuk mencapai tujuan dengan kapal itu
Mazmur 107:30 Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

ü  Pentingnya Folloership
Matius 10:45 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

C.    Servent Leadership
Berdiri dengan Servent Leadership
ü  Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani,                              melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-                            Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
ü  Bagaimana dengan anda, apakah anda “boss atau leader”?



BOSS VERSUS LEADER
NO.
BOSS
LEADER
1.       
Aku
Kita
2.       
Tidak percaya orang lain
Percaya
3.       
Perintah
Ajakan
4.       
Manakutkan
Memberi pengharapan
5.       
Menuntut ketaatan
Mendapat kehormatan/penghargaan
6.       
Mengalami kehilangan otoritas karena kelemahan
Mendapat otoritas walau mengalami/memiliki kelemahan
7.       
Membenci orang yang berbeda pendapat
Mendekati orang yang berbeda pendapat
8.       
Menambah kekuasaan
Menambah otoritas
9.       
Menuntut tanggung jawab tanpa kompromi
Dapat berkompromi dan menikmati diolog
10.   
Suka menunjuk kesalahan orang
Suka memneri tahu letak kesalahan
11.   
Mengabaikan kata-kata sendiri
Bertanggung jawab atas setiap perkataan
12.   
Menikmati kekuatannya
Rela, walau harus mengorbankan Otoritasnya
13.   
Memberi beban pada generasi berikutnya
Mengurangi beban pada generasi berikutnya
14.   
Suka memberi perintah dibelakang
Memimpin didepan

D.    Hoerward Butt
ü  apabila Anda percaya Kristus, maka kepemimpinan anda sebagai tanda mengasihi orang lain, tetapi jika anda tidak tinggal di dalam Kristus, maka anda akan mengasihi otoritas (pemimpin).
·         E- Enthusiasm
 Filipi 3:13-14 => saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetpi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
·         A- Avaibility
Filipi 1:25-26 => dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku apabila aku kembali kepadamu.
·         D-Ddependability
2 Tim 2:2-4 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

-          Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus (3)
-          Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandonya (4)
·         E-Evangelism/ penginjilan
Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah
·         R-Respect
1 Korintus 11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar