Total Tayangan Laman

Jesus Jalan Keselamatan

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

Lam_Mar Sihaholongan

Marsipature Rohana Be Ma

Kamis, 02 Februari 2012

RELASI IMAN DAN TINDAKAN

RELASI IMAN DAN TINDAKAN
Yak 2:14-17 Band II Pet 1:5 dst.

Yak 2:14-26 membahas persoalan anggota gereja yang mengaku memiliki iman yang menyelamatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, namun pada saat yang bersamaan tidak pernah menunjukkan bukti pengabdian yang sungguh-sungguh kepada Dia dan Sabda-Nya. Maka Yakobus merasa bertanggung jawab untuk menasihati orang Kristen yang berlatar belakang Yahudi  dan tinggal di Perantauan (1:1) dan juga karena keadaan sosial mereka (1:9-10, 5:1-8).[1]

A.    Ayat 14
  1. Iman yang menyelamatkan senantiasa merupakan iman hidup yang tidak berhenti dengan sekadar mengaku Kristus sebagai Juruselamat, tetapi juga mendorong ketaatan kepada Dia sebagai Tuhan. Demikianlah, ketaatan adalah aspek yang penting dari iman.
a.       Iman yaitu percaya dengan sungguh-sungguh kepada Kristus yang  lahir, mati dan bangkit sebgai jurus’lamat.
b.      Iman meliputi pertobatan, yaitu berbalik dari dosa dengan penyesalan yang mendalam (Kis 17:30; 2Kor 7:10) dan berbalik kepada Allah melalui Kristus. Iman yang menyelamatkan adalah iman yang membawa pertobatan (Kis 2:37-38).
c.       Iman termasuk ketaatan kepada Yesus Kristus dan Firman-Nya sebagai suatu cara hidup yang diilhamkan oleh iman kita, oleh rasa syukur kita kepada Allah dan oleh karya Roh Kudus yang membaharui (Yoh 3:3-6; Yoh 14:15,21-24;Ibr 5:8-9). Itulah ketaatan yang bersumber dari iman. Oleh karena itu, iman dan ketaatan tidak bisa dipisahkan .
d.       Iman meliputi pengabdian pribadi yang sepenuh hati dan ikatan kepada Yesus Kristus yang terungkap dalam kepercayaan, kasih, rasa syukur, dan kesetiaan. Iman dalam pengertian ultima/Akhir tidak dapat dibedakan secara jelas dengan kasih. Iman menjadi suatu tindakan pribadi dari pengorbanan dan penyerahan diri yang diarahkan kepada Kristus (bd. Mat 22:37; Yoh 21:15,17).[2]

  1.  Perhatikan bahwa tidak ada pertentangan di antara Paulus dengan Yakobus mengenai persoalan iman yang menyelamatkan. Biasanya Paulus menekankan iman sebagai sarana untuk seorang menerima Kristus sebagai Juruselamat (Rom 3:22). Yakobus memperhatikan kenyataan bahwa iman yang sejati harus aktif dan tekun sehingga membentuk keberadaan kita.
B.     Ayat 16
1.      Bahwa banyak orang yang dikasihi Kristus, tapi tidak mau mengasihi  orang lain
2.      Orang berkata dia diberkati oleh Tuhan tetapi tidak mau memberkati
3.      Pemeliharaan Allah terhadap orang miskin dan tanggung jawab orang percaya terhadap orang miskin

C.     Ayat 17
1.    Iman sejati yang menyelamatkan begitu penting sehingga mau tidak mau harus menyatakan diri di dalam tindakan saleh dan pengabdian kepada Yesus Kristus. Perbuatan tanpa iman adalah perbuatan yang mati. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Iman yang sejati selalu menyatakan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka yang membutuhkannya.

2.    Yakobus mengarahkan ajaran ini kepada mereka di dalam gereja yang mengaku beriman kepada Kristus dan pendamaian oleh darah-Nya, sambil percaya bahwa pengakuan itu saja sudah cukup untuk keselamatan. Mereka berkeyakinan bahwa hubungan pribadi dalam ketaatan dengan Kristus sebagai Tuhan tidak penting. Yakobus mengatakan bahwa iman semacam itu mati dan tidak menghasilkan keselamatan atau sesuatu yang baik (ayat Yak 2:14-16,20-24). Satu-satunya jenis iman yang menyelamatkan ialah "iman yang bekerja oleh kasih" (Gal 5:6).[3]


[1]  Rev. Ola Tuluan, Introduksi PB, Dep. Literatur YPPII, Jawa Timur, Hal 153
»»  baca selengkapnya...