Total Tayangan Laman

Jesus Jalan Keselamatan

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku

Lam_Mar Sihaholongan

Marsipature Rohana Be Ma

Senin, 19 Desember 2011

INJIL YUDAS "apakah sebuah kebenaran??


SEKILAS TENTANG INJIL YUDAS
Oleh:Pdt. Mangapul Sagala

"Injil Yudas? Injil apa lagi ini? Bikin heboh saja!" demikian keluh
seorang anggota jemaat. Di pihak lain, seorang menulis: "Injil Yudas akan
menggoncangkan Kekristenan masa kini, di mana mereka terlanjur percaya
kepada Injil tradisional".

Bagaimana sesungguhnya? Benarkah Injil Yudas bikin heboh?
Benarkah itu menggoncangkan kekristenan? Saya akan menjawab dengan
sederhana: tergantung orangnya. Bagi orang tertentu, barangkali munculnya
artikel dan buku-buku tentang Injil Yudas tersebut cukup menghebohkan dan
menggoncangkan. Bukankah hal yang sama juga telah terjadi dengan buku
ngawur, yang penuh dengan spekulasi, namun terkenal, yaitu Da Vinci Code
(DVC) itu? Kita dapat membaca dan mendengar bahwa sebagian orang telah
tergoncang imannya setelah membaca buku DVC, yang ditulis oleh Dan Brown
tsb. Tapi, banyak yang mengatakan: "Ah, tenang saja. Namanya saja fiksi.
UUD: Ujung-Ujungnya Duit, bukan? Yang penting, kita tetap berpegang kepada
apa yang telah diajarkan dan kita yakini selama ini".

Entah apa tujuannya, pada tahun ini PT Gramedia, Jakarta telah
menerbitkan buku yang berjudul "The Gospel of Judas". Jika kita amati, maka
versi bahasa Inggris juga terbit pada tahun yang sama. Jadi, sungguh
merupakan sebuah prestasi tersendiri. Injil Yudas tersebut secara tidak
sengaja ditemukan pertama kali di Mesir Tengah sekitar tahun 1978. Melalui
sejarah yang panjang, gulungan yang disebut Kodeks Tchacos berbahasa Koptik
(dengan dialek Sahidik, dialek di Mesir) tersebut beberapa kali berpindah
tangan dan akhirnya gulungan itu dimiliki oleh sebuah Yayasan yang bernama:
Maecenas Foundation. Jadi, setelah dua puluh delapan tahun kemudian, tahun
2006, baru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Sebenarnya, gulungan atau Kodeks Tchacos yang terdiri dari 33
lembar (66 halaman) tersebut terdiri dari empat bagian yang berbeda, yaitu
"Surat Petrus kepada Filipus" (halaman 1-9), "Jakobus" (10-32), "Injil
Yudas" (33-58) dan kitab "Allogenes" (59-66). Namun demikian, gulungan
tersebut menjadi 'terkenal' karena adanya Injil Yudas tersebut. Lalu mengapa
Injil Yudas tersebut dikatakan dapat "menggoncangkan kekristenan?" Karena
Injil tersebut mengandung banyak pengajaran yang berbeda dibandingkan
dengan kitab-kitab Injil yang telah dimiliki sebelumnya (Mat-Yoh). Hal ini
terutama berhubungan dengan makna kematian Yesus di kayu salib, serta siapa
Yudas sesungguhnya. Dalam ruang yang terbatas ini, kita akan menyoroti
beberapa hal saja. Pertama dan terutama adalah mengenai makna kematian
Yesus. Injil Yudas mengajarkan bahwa kematian Yesus bukanlah untuk menebus
manusia dari dosa-dosanya sebagaimana diajarkan oleh Alkitab, baik
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, khususnya keempat Injil (Mat-Yoh).
(Bandingkan Yes.53:4-6; Mark 10:45). Kematian Yesus merupakan satu peristiwa
yang melepaskan Yesus dari wujud jasmaniNya yang telah mengungkungNya
selama ini. Selain itu, Yesus juga digambarkan sebagai pribadi yang suka
tertawa dan mentertawakan murid-murid (Yudas 44 dan 54). Kedua, sehubungan
dengan hal di atas, Yudas digambarkan sebagai pribadi yang istimewa, hebat,
memiliki penglihatan yang luar biasa dan sangat dekat dengan Tuhan Yesus.
Kedekatan Yudas kepada Yesus melebihi seluruh murid-murid lainnya. Itulah
sebabnya, jika keempat Injil menggambarkan Yudas sebagai penghianat yang
telah menyerahkan guruNya untuk disalibkan, tidak demikian dengan Injil
Yudas. Sebaliknya, di dalam Injil Yudas Yesus bersabda: "Tetapi engkau akan
lebih besar daripada mereka semua, karena engkau akan mengorbankan wujud
manusia yang meragai diriku" (Yudas 55-56). Ketiga, jika kita mengamati
pengajaran dan theologi yang terkandung di dalam Injil Yudas, maka kita akan
menemukan pengajaran berbau gnostik, di mana pengetahuan (secret knowledge)
serta hikmat (sofia) sangat ditonjolkan (Yudas 44).

Lalu bagaimana kita menyikapi munculnya kitab yang disebut
sebagai Injil Yudas tersebut? Kita tidak perlu bingung dan gelisah
seolah-olah satu kebenaran baru telah tersingkap yang akan segera
meruntuhkan apa yang telah diimani selama ini. Sebaliknya, kita harus terus
bertumbuh dalam iman dan dalam pengajaran yang benar. Dengan demikian, kita
dapat dengan tegas melawan segala pengajaran sesat yang bertentangan dengan
apa yang telah diajarkan dalam Alkitab, yang adalah KANON, atau STANDARD
kebenaran. Hal yang sama telah dilakukan oleh bapak-bapak Gereja, seperti
uskup Irenaeus dari Lyon ketika dia menulis bukunya yang berjudul "Against
Heresies" (Melawan Bidat2/Ajaran2 Sesat) yang ditulis sekitar tahun 180.
Sebenarnya, selain keempat Injil (Matius-Yohanes), pada abad kedua dan
sesudahnya, beredar juga Injil lain yang berbau gnostik. Kitab-kitab itulah
yang dilawan oleh Irenaeus; termasuk di antaranya adalah Injil Yudas, Injil
Kebenaran, Injil Philip, dll. Barangkali ada yang bertanya, jika Injil Yudas
yang berbau gnostik tersebut baru ditulis pada abad kedua, bagaimanakah
Injil tersebut ditulis oleh Yudas yang telah meninggal pada abad pertama?

Apakah Yudas yang dimaksud dalam Kodeks Tchacos tersebut di atas sebenarnya
bukan Yudas, murid Yesus yang telah menghianatiNya? Atau apakah ada orang
yang memalsukan nama Yudas tersebut? Kemungkinan itu bisa terjadi, di mana
dalam kitab-kitab bidat (ajaran sesat) dan sejenisnya, pemalsuan nama atau
penggunaan nama samaran merupakan hal yang sering terjadi sebagaimana
ditemukan dalam Injil Apokrif dan Kitab-kitab Pseudepigrapha.

Akhir kata, kenyataan tersebut di atas menunjukkan kepada kita bahwa
berbagai penyesatan yang terjadi belakangan ini bukanlah hal baru. Hal yang
sama telah terjadi jauh sebelumnya, yaitu pada era Gereja mula-mula. Dengan
demikian, kita harus semakin sungguh-sungguh memperhatikan seruan dan
peringatan Yesus: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan
kamu!" (Mark.13:5). Ya, kita harus tetap waspada dan tetap berpegang teguh
kepada kebenaran (2Tim.3:14).-

Dikutip langsung dari mangapul sagala ministry
»»  baca selengkapnya...

Selasa, 13 Desember 2011

CHARACTER BUILDING

berbicara tentang sifat/karakter seseorang, maka perlu kita mengetahui beberapa hal tentang CHARACTER BUILDING!!


Karakter(Character)
Karakter itu bisa di bentuk dan bisa di rubah. Karakter adalah dalam kamus bahasa indonesia di artikan sifat, watak, prilaku yang memebedakan satu dengan yang lain. Secara termonologi jiwa yang menyatakan dirinya dalam segala tindakan dan prilaku yang menonjolkan nila-nilai. Karakter building merupakan pembentukan sifat yang membentuk suatu keunikan yang berbeda pada diri.

Kepribadian(Personality)
Penggambaran tingkah laku secara deskritif tanpa memeberi nilai. Mengambarkan tentang identitas diri kita. Kepribadian hampir cendrung atau identik dengan yang namanya temprament. Kepribadian secara psikologi tidak bisa di rubah tapi kalau secara rohani bisa di rubah. Kepemimpinan di bentuk dari educating, learning, training sama halnya seperti kpribadian.

Watak(Dispotition)
Karakter yang telah lama di miliki sampai sekarang tidak pernah berubah.

Tempramen(Temprament)
Kepribadian yang erat berkaitan dengan determinan  biologic atau dalam bahasa sehari2 nya yang ditentukan oleh fisik, tetapi juga disposisi hereditas berkaitan dengan faktor keturunan yang kita bawa sejak lahir.
Temprament memiliki 2 pandangan :
1.Tidak bisa di rubah contoh Faktor keturunan.
2.Bisa dirubah contoh Rohani, Sosial.

Sifat(Traits)
Itu adalah respon yang senada terhadap sekolompok stimulan yang mirip berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama.

Habit(Habits)
Kebiasaan respon yang sama, cendrung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Ciri(Type)
Hampir mirip denga sifat tetapi sekelompok stimulus dengan yang lebih terbatas.

Yang di katakan sebentuk dan serupa dengan Allah yaitu bukannya fisik tetapi karakter kita. Maka dari itulah Tuhan memberikan Alkitab kepada kita supaya kita bisa merubah karakter kita yang sudah rusak oleh dosa supaya gambar itu kembali kepada yang semula maka dari itu Tuhan sangat baik dia mengatakan kepada kita agar kita itu hidup Kudus.




Menurut Hipokrates ada 4 temprament.
  1. Sanguinis
Posistif, Lebih hangat orangnya, lebih bersemangat, menyenangkan, pemaaf, perasa, dia berbakat jadi pemimpin.

Negatif, kurang disiplin, kurang produktif, emosinya kurang stabil.

  1. Kholeris
Positif, orangnya sangat aktif tetapi juga praktis, semangat, bertindak cepat, tegas, teguh, berkemauan keras.

Negatif, Orang ini keras kepala, otoriter, suka memerintah.

  1. Melankolis
Positif, analistis suka menganalisis banyak mengamati, sangat berbakat dan rela berkorban, perfectsionis(ingin sempurna) dan dapat dipercaya.
Negatif, suka murung, Lembut tapi hatinya sekeras batu, tidak mudah melupakan kesalahan orang, tetapi orangnya setia dan dapat dipercaya.

  1. Phleqmatic
Positif, baik hati, orangnya simpatik tidak sampai kepada tindakannya beda dengan empati yang melakannya dengan tindakan, sabar, pandai mengendalikan emosi, penuh perhatian dan sukar sekali untuk marah.
Negatif,  lamban, kurang motivasi, egois, plinplan, suka menggoda, cuek.


WHY CHARACTER?
`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~``~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`
Betapa pentingya memiliki karakter yang baik, bukan hanya sebagai orang Kristen tetapi sebagai “manusia” yang beradab dan memiliki “Gambar” Allah didalamnya.
·         Apa yang akan dipilih orang antara kemampuan dan karakter sebagai tanda keunggulan seseorang? KARAKTER
·         Kerusakan diri apa yang paling mengerikan dari akibat adanya suatu kegagalan atau keberhasilan? KARAKTER
·         Apa yang akan tetap bersama-sama kita ketika semua berakhir meninggalkan kita? KARAKTER kita
·         Apa yang membuat Tuhan menolak kita setelah sekian lama kita melayani? KARAKTER kita

1.      Kitab amsal 22:1 berbunyi nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik baik dari waktu dan eamas
2.      Di dalam pikiran Kristus Yesus sewaktu Ia mengajari para muridNya  dengan delapan Ucapan Bahagia adalah tentang betapa pentingnya karakter dalam kerajaan Allah, Mat 5: 3-12

STORIES OF FAILURES & SUCCES BECAUSE OF CARACTER
·         Musa……………. Bilangan 20:8-12
sikap emosial bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal
·         Absalom…….. 2 Sam 15:3-6, 2 Sam 18:14-15
memiliki rencana yang jahat pada orang yang jahat bersikap tulus dan baik adalah kejahatan mengerikan yang memancing Allah menunjukkan keberpihakanNya, Amsl 3:29
·         Gehazi………. 2 Raj 5:20,27
sikap tamak/serakah membutakan mata seorang yang baik, akibat buruk yang berkepanjangan

SIX PILLARS OF CARACHTER BUILDING
1.      Trustworhiness (pribadi yang dapat dipercaya)

jadilah orang yang jujur, jangan brbohong, mencuri hasil karya orang lain (nyontek) atau mencuri, jadilah orang yang dapat dipercaya lakukan apa yang anda janjikan akan anda lakukan, miliki keberanian untuk melakukan yang benar, bangunlah reputasi (nama baik) yang baik, miliki Loyalitas-dalam membela kepentingan keluarga, teman dan bangsa.

2.      Respect
perlakukan orang dengan hormat, ikuti Golden Rule, Miliki sikap Toleran atas perbedaan, Gunakan sikap dan tutur kata yang baik jangan kasar, Pertimbangkan perasaan orang lain, Jangan mengancam,memukul atau meukul orang, Ungkapan kemarahan atau ketidaksetujuan dengan cara damai.


3.      Responsibility
lakukanlah apa yang seharusnya kamu lakukan, bertekun:jangan mudah meyerah!, selalu lakukan yang terbaik, Gunakan pengendalian diri, Miliki kedisiplinan diri, Berpikir sebelum bertindak-pikirkan konsekuensinya, berttanggung jawablah atas pilihanmu.

4.      Fairness
bermain dengan aturan, Tunggu giliranmu hormati hak orang lain, Miliki cara pikir yang terbuka-dengarkan orang lain juga, jangan mengambil keuntungan atas orang lain, jangan menyalahkan orang lain secara serampangan.


5.      Caring
bersikap baik, miliki belaskasihan dan tunjukkan kamu peduli, ungkapan dengan nyata rasa terima kasihmu, maafkan orang lain, bantulah orang lain dalam keperluan mereka.

6.      Citizenship
 lakukan bagianmu untuk membuat gereja dan masyarakat jadi lebih baik, bekerjasamalah, terlibatlah dalam kegiatan masyarakat, tetaplah ikuti perkembangan: ambil bagian, jadilah tetangga yang baik, taati hokum dan peraturan-peraturan, hormati pemerintah, pelihara lingkunganmu.



ASPEK-ASPEK PEMBENTUKAN
`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~``~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`
Aspek internal
·         Kecerdasan fisik ( Phycical Quotiont, PQ )
·         Kecerdasan pikiran ( Intelligence Quotiont, IQ)
·         Kecerdasan emosional (Emotional Quontiont, EQ)
·         Kecerdasan Spritual (Spritual Quontiont, SQ )
Perlu diupayakan dan dikembangkan secara optimal dan seimbang, sehingga menghasilkan pribadi yang utuh dan tangguh.
Aspek Eksternal
·         Relasi dengan sang pencipta
Relasi dengan sang pencipta harus menjadi Prioritas utama, sebab dengan kualitas relasi yang mendalam maka seluruh proses perjuangan dan kehidupan kita akan selalu mendapatkan tuntunan, pendampingan dan penyertaan sang pencipta.
·         Keluarga
Keluarga merupakan harta yang paling penting berikutnya setelah sang pencipta sebagai Prioritas utama. Lakukanlah hal sederhana namun berkualitas yang dapat memberikan kebahagiaan yang utuh.
·         Pekerjaan
Terapkan prinsip “be Smart and Working hard” dalam arti berkerjalah dengan cerdas dan bijaksana agar kita sesuai urutan Prioritas dan pendekatan time management yang tepat. Dengan demikian kita dapat utuh dan seimbang dalam menjalani setiap aspek kehidupan kita yang lain. Kita tetap memiliki waktu dalam relasi kita dengan Tuhan, keluarga dan sesame kita pada umumnya.
·         Karya dan Pelayanan
Jika saudara ingin menjadi besar, bersedialah untuk memiliki sikap kepelayanan yang sejati. Dan jika anda ingin bahagia sepenuhnya, sediakan sejumlah waktu dalam kehidupan anda untuk melayani san pencipta dan sesame manusia.
·         Persahabatan dan Pergaulan
Sahabat sejati adalah harta yang akan meyempurnakan keindahan dan kebahagiaan hidup. Ada tiga kemampuan yang perlu dikembangkan dalam menjalin relasi yang baik dan memperluas pergaulan yaitu: pertama, kemampuan untuk menghargai dan memahami orang lain. Kedua, kemampuan untuk mengasihi orang lain serta kemampuan untuk membantu orang lain.



“KESIMPULAN”
·         Jika kita berhasil membangun keutuhan jati diri kita, maka langkah-langkah selanjutnya akan sungguh efektif bagi terbentuknya harga diri pribadi kita yang sejati
·         Hal ini akan membawa kita kepada karakter dewasa seperti Kristius. Kita akan menikmati kebahagiaan dan kesuksesan yang utuh dan sejati dalam setiap pekerjaan kita dalam relasi dengan sesame ciptaan Tuhan yang begitu berharga bagikehidupan kita dan dengan dunia ini.

CARA MEMILIKI KARAKTER KRISTUS
LUKAS 19:1-19
`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~``~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`
·         Percaya bahwa karakter yang tidak bisa dibah menjadi karakter yang baik ( 2 Kor 5: 17 )
·         Miliki keinginan yang menyala-nyala untuk karakter yang baik
1. Keinginan yang kuat membuat kita berjuang dengan segenap hati ( Luk 19: 7-8 )
2. Karakter adalah sebuah keputusan
* Belajar dari hal-hal yang kecil
1.      Lukas 16:10
2.      Segala sesuatu harus dimulai dari yang kecil dahulu, barulah setelah itu makin besar dan makin besar
3.      Kita bisa mulai dari hal-hal yang sederhana dalam kehidupan
·         Kejujuran dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan.
·         Kebersihan, sampahdi Gereja
·         Kesabaran saat dirumah, dijalan, ditempat kerja,di Gereja
·         Penundukan ketaatan sehari-hari
4.      Berlatih terus-menerus sehingga menjadi gaya hidup (kehidupan sehari-hari )
·         Segala sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan kita,
·         Karakter biasanya terbentuk dari kebiasaan berpikir, bersikap, bertindak teru-menerus diulang-ulang sampai menjadi karakter dalam diri seseoarang
·         Marilah kita berlatih terus-menerus sampai karakter yang terbaik menjadi kehidupan kita ( 1 Kor 9:27 )
5.      Suka mendekat kepada Tuhan
ü  Lingkungan dan pergaulan kita akan banyak mempengaruhi karakter ( Amsl 13: 20; 1 Kor 15: 13 )
ü  Orang yang suka mendekat pada Tuhan lebih mudah untuk bisa memiliki karakter Ilahi yang baik. Nuh tetap memiliki sifat yang baik karena Nuh bargaul dengan Tuhan (Kejadian 6:9)
ü  Marilah kita suka mendekat kepada Tuhan sehingga sifat-sifat / karakter kita juga diubah menjadi sama dengan sifat-sifat / karakter Tuha.
6.       Milikilah hati yang siap untuk dibentuk
ü  Allah menghancurkan kedangingan kita, supaya kita bertumbuh dalam Roh
ü  Yak 1:2-4, 12 ; Ibrn 12:11










MELATIH PERTUMBUHAN
{ DAPAT DILAKUKAN DENGAN }
(GROWTH)
`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~``~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`
ü  G- Go to God in daily prayer (mengahadap kepada Allah dalam doa setiap hari, Yoh 15:7)
ü  R- Read God Words daily (membaca Firman Allah setiap hari, Kis 7:11 )
ü  O- Obey God Moment  by Moment (mentaati Allah setiap saat Yoh 15:8)
ü  W- Witness for Chirst by our Life and Word’s ( memberi kesaksian tentang Kristus lewat kehidupan serta ucapan kita, Mat 4:19; Yoh 15:6)
ü  T- Trust God every detail of our Life ( Mempercayakan setiap detail kehidupan kita kepada Allah, I Petrs 5:7 )
ü  H- Holy Spirit: Allow him to control and empower pur daily life and Winess (membiarkan  Roh Kudus mengendalikan serta memberdayakan kehidupan serta kesaksian kita sehari-hari, Gal 5:16-17, Kis 1:8 ).







TUBUH
KECERDASAN FISIK
( PHYSICAL QUANTIONT, PQ )
`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~``~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`
Definisi kecerdasan fisik (PQ)
ü  Kecerdasan fisik (PQ) adalah sebuah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh kita
ü  Ketika seseorang memiliki sebuah kemampuan yang istimewa dan keahlian atau keterampilan Khusus atas olah tubuh mereka.

a.      Langkah-langkah tindakan
ü  Nutrisi dan pola makan yang seimbang
A.    Belajarlah untuk memulai makan dan berhenti pada saat yang tepat. Jika memungkinkan berpuasa secara teratur
B.     Konsumsi air dalam jumlah yang cukup ideal (6-10 gelas/hari)
C.     Konsumsi jenis makanan yang tepat dan seimbang (hindari makanan cepat saji “fast food” karena mengandung lemak jenuh dan gula).
ü  Olahraga yang teratur dan simbang. (Hal ini akan meningkatkan energi tubuh dan ketajaman mental)
A.    Mulailah dengan hal-hal kecil/sederhana tetapi teratur (jogging)
B.     Melakukan aerobic atau senam Body language
C.     Renang merupakan jenis olahraga yang besar mamfaatnya.
ü  Istirahat yang cukup, manajemen stress dan pola pikir pencegahan
A.    Menyediakan waktu 6-10 jam untuk beristirahat.
B.     Manajement stress (eustress): mengelola kehidupan kita secara seimbang dan selaras antara sasaran dan tujuan hidup kita, pekerjaan, olahraga dan istirahat yang cukup
C.     Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur ( 1 tahun sekali) untuk menghindari kecenderungan penyakit dapat diatasi dengan berbagai pilihan.

b.      Akibat bagi hidup jika PQ di abaikan
A.    Secara mental, akan kehilangan fokus, kreatifitas, daya tahan, kegigihan, keberanian, kemampuan untuk belajar serta daya ingat kita.
B.     Cinta, kesabaran, pengertian, empati, kemampuan untuk mendengarkan dan welas asih akan ikut tidak berkembang dengan sehat.
C.     Keinginan untuk melayani dan memberi kontribusi serta kemauan untuk berkorban dan menundukkan diri kita sendiri terhadap tujuan yang lebih hakiki akan terpengaruh dan menurun

c.       PQ akan membentuk pribadi yang disiplin dan memiliki komitmen tinggi pada kehidupan
Ada 5 tiype manusia dalam kaitannya dengan sebuah komitmen:
ü  Pengecut: orang yang tidak memiliki sasaran dan tidak punya komitmen.
ü  Peragu: orang yang tidak tahu apakah mereka dapat mencapai sasarannya, maka mereka takut membuat komitmen
ü  Penyerah: Orang mulai menuju sasaran namun segera menyerah jika menemui hambatan dalam proses perjuangan
ü  Mati-matian: orang yang menetapkan sasaran, berkomitmen untuk mencapainya, dan rela mebayar haraga untuk mencapainya.
ü  Optimal: orang yang selain mampu menetapkan sasaran, berkomitmen untuk mencapainya dan rela membayar harganya, ia juga selalu menyertakan IMAN dan nilai-nilai Spritualitas yang dapat meneguhkan setiap proses pencapaian tujuannya.





HATI:
KECERDASAN EMOSIONAL
(Emotional Quotiont, EQ)
`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~``~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`~`
Definisi Kecerdasan Emosi (EQ)
ü  EQ adalah pengetahuan tentang diri sendiri, kesadaran diri sendiri, kepekaan social, empati dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.
ü  Kepekaan mengenai waktu yang tepat, kepatutan secara social dan keberanian untuk mengakui kelemahan, menyatakan dan menghormati perbedaan.
EQ memiliki 4 aspek yang harus dikembangkan
1.      Emotional Awareness atau kesadaran Emosi diri adalah lewat level kemampuan seseorang untuk mengenali dan menyadari perasaan, merasakan efeknya dan mengaitkan dengan sumber penyebabnya.
2.      Emotional Acceptance atau penerimaan emosi diri adalah sebuah perasaan dimana seseorang  telah berhasil mencapai kondisi penerimaan diri tanpa syarat. Dan dalam level tertentu iapun mampu menerima sesamanya.
3.      Emotional Affection atau interaksi emosi diri, adalah sebuah kecerdasan /kemampuan seseorang dimana ia selalu mampu berinteraksi dengan emosi orang lain secara positif dan proaktif, ini menyangkut kepekaan kepedulian dan empati kepada dirinya maupun
4.      Emotional Affimative atau penguatan emosi, adalah sebuah tingkat kecerdasan emosi/kemampuan seseorang dimana seseorang telah berhasil mengelola emosi pribadinya secara positif, proaktif dan utuh (mengerti diri sendiri dan juga mengerti diri sendiri).
A.    LANGKAH-LANGKAH TINDAKAN
o   Mengembangkan kesadaran diri
Adalah kemampuan untuk merefleksikan kehidupan diri sendiri dan menummbuhkan pengetahuan mengenai dirisendiri serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk memperbaiki dan untuk mengatasi kelemahan
o   Mengembangkan motivasi diri
Adalah dasar dari pilihan-pilihan yang dapat saudara putuskan atas reaksi dan respon saudara terhadap segala hal dalam kehidupan saudara.


Tugas harian: “buatlah secara rinci apa yang kamu lakukan setiap hari”
                        *buatlah pertanyaan yang harus dijawab sesudah membuat perincian harian                              tsb.
1.      Apa yang saya rasakan melalui pengalaman tadi?
2.      Bagaimana perasaan saya tersubut tiba-tiba muncul?
3.      Apa reaksi saya ktika itu?
4.      Apa penyebab atau alalasan masalahnya?
5.      Apakah reaksi  yang saya munculkan cukup ideal?
·         Visi pribadi saya kedepan



LANGKAH-LANGKAH MEMBANGUN KARAKTER
LUKAS 19:1-9

1.      Percaya bahwa karakter yang tidak baik bisa diubah menjadi Karakter yang baik
* II Korintus 5:17, jadi siapa yang ada di dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
* contoh :- Gideon dulu penakut bisa berubah menjadi berani memimpin umat Allah                      berperang melawan bangsa Midian
                  -Zakheus dulu pelit/kikir/ tidak punya kasih bisa berubah menjadi murah                             hati
                  -Petrus dulu sifatnya labil berubah menjadi mempunyai iman yang mantap
2.      Memiliki keinginan yang menyala-nyala untuk mempunyai karakter yang baik
1.      Keinginan yang kuat akan membuat kita berjuang segenap hati
·         Orang-orang Majus dari Timur
·         Peremppuan yang pendarahan
·         Orang buta yang berseru-seru kepada Tuhan Yesus
·         Zakheus yang ingin menjadi orang yang memiliki karakter yang baik (Lukas 19:7-8)
2.      Karakter adalah sebuah keputusan
3.      Belajar Hal-hal kecil (sederhana)
·         Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
·         Segala sesuatu harus dimulai dari yang kecil dahulu, barulah setelah itu makin besar dan makin besar.
·         Kita bisa mulai dari hal-hal yang sederhana
o   Kejujuran dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan
o   Kebersihan, sampah di Gereja
o   Kesabaran saat dirumah, dijalan, ditempat kerja, de Gereja
o   Penundukan ketaatan sehari-hari

4.  Berlatih terus-menerus sampai menjadi gaya hidup sehari-hari
1. Segala sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari
2. Karekter biasanya terbentuk dari kebiasaan berpikir, bersikap, bertindak yang terus menerus diilang-ulang samapi menjadi Karater dalam diri Seseorang
            *          kebiasaan berpikir negatif = Karakternya menjadi negatf
            *          kebiasaan mengeluh = Karakternya menjadi suka mengeluh
            *          kebiasaa suka marah = Karakternya menjadi pemarah
            * kebiasaan mengampuni orang lain = karakter menjadi pengampun
3. Marilah kita berlatih terus menerus sampai menjadi Karakter yang baik menjadi Kehidupan Kita ( 1 Kor _____)
5.  Suka mendekat pada Tuhan Allah
1. Lingkungan dan pergaulan kita akan banyak mempengaruhi karater kita (Amsal 13:20; I Kor 15:33)
Perbedaan Lot saat hidup bersama Abraham dengan saat hidup dekat Sodom
2. Orang yang suka mendekat pada Tuhan lebih mudah untuk bisa memiliki Karakter Ilahi yang baik
Nuh tetap memilki sifat yang baik karena Nuh bergaul dengan Tuhan ( Kejadian 6: 9)
3. marilah kita suka mendekat kepada Tuhan sehingga sifat-sifat/ Karakter kita juga diubah menjadi sama dengan sifat-sifat/ Karakter dengan Tuhan
6. milkilah hati yang siap untuk dibentuk
1.Allah menghancurkan kedagingan kita supaya kita bertumbuh di dalam Roh
- dihancurkan ( Yer 18:4); seperti Periuk yang tidak baik dihancurkan untuk dibuat yang lebih baik.
- Dipotong ( Yohanes 15:1-2); seperti Pohon yang dipotong daunnya berubah lebih baik
-didiamkan; seolah-olah tidak ada lagi sesuatu yang perlu diperjuangkan dalam hidupnya. Contoh: Musa saat di padang Gurun
- dimurnikan; seperti emas yang dibakar untuk dimurnikan ( Wahyu 3:18)
-digagalkan Yok 1:2-4 + 12; Ibrn 12:11
7.  Menggunakan Kuasa Pengelihatan/ perkataan
-Tuhan banyak mengubah sifat seseorang dengan mengubah nama dan memberikan pengelihatan
            * Abram menjadi Abraham
            * Simon diubah menjadi Petrus
            * Yakub menjadi Israel
            * Saulus menjadi Paulus
- Julukan atau anggapan yang sering kita katakan kepada seseorang juga bisa mempengaruhi sifat/ Karakternya
-Sebab ada kuasa yang besar dalam perkataan (Yakobus 3:1-5)

Catatan: Tuahan ingin anda mengembangkan jenis karakter yang di jelaskan
1.      Khotbah ucapan Bahagia Yesus (Mat 5:1-12)
2.      Buah roh (Gal 5:22-23)
3.      Paulus tentang Kasih ( I kor 13)
4.      Daftar petrus tentang karakteristik hidup yang efektif dan produktif (II Petrus 1:5-8)




KEPEMIMIMPINAN HAMBA
(servent leadership)
DEFINISI KEPEMIMPINAN
·         Kepemimpinan Rohani adalah mempengaruhi orang lain bukan dengan kepribadian yang menarik, melainkan Pribadi yang dipenuhi (dikendalikan) Roh Kudus (J.O. Sanders)
·         Kepemimpinan adalah menggerakkan orang kedalam agenda Tuhan (Henry Blackaby)
TIGA PILAR (dasar) KEPEMIMPINAN ALKITABIAH
·         Kepemimpinan yang Teosentris dan dipimpin oleh Roh kudus
·         Kepemimpinan yang Berointasi pada pelayanan dan memimpin dengan prinsip hamba sebagaimana perkataan Yesus bahwa kesabaran seseorang adalah melalui penghambaan
·         Kepemimpinan yang selalu bersifat Trasformatif yaitu membawa pembaharuan dan perubahan

10 KARAKTTERISTIK
Kepemimpinan Hamba
(Larry Spears)
·         Mendengarkan (Listening)
Pemimpin hamba adalah pendengar yang baik dalam percakapan dengan orang lain. ia mengidentifikasi kehendak suatu kelompok dan membantu memperjelas kehendak.
·         Empati (Empathy)
Pemimpin hamba adalah mereka yang memiliki keahlian pendengar yang memiliki Empati. (Yesuspun menangis dengan orang yang menangis ( Yoh 11:28-37))
·         Menyembuhkan (Healing)
·         Kekuatan pemimpin hamba adalah potensi untuk menyembuhkan diri sendiri ddan hubungan orang lain
·         Yesus mengajarkan pentingnya pengampunan dan rekonsilaasi yang menyembuhkan (Mat 5:23-24)

·         Kesadaran (Awareness)

·         Kesadaran akan diri sendiri akan memperkuat pemimpin hamba
·         Sebagai pemimpin hamba, ia harus sadar atas apa yang terjadi disekitarnya
·         Kesadaran membantu seseorang melibatkan etika nilai-nilai
·         Daya Persuasi (Pesuasion)
Pemimpin hamba lebih mengandalkan persuasi atau meyakinkan orang lain dari pada kuasa posisinya dalam mengambil keputusan dalam suatu Oraganisasi
·         Konseptualisasi (Conseptualization)
·         Pemimpin hamba mengembangkan kemampuan Konseptual dengan memimpikan konseptualnya dengan memimpikan mimpi yang besar atau “Dream Great Dreams”
·         Amanat Agung adalah mimpi besar, dan pemimpin hamba patut mengejarkan untuk kerajaan Allah
·         Menatap masa depan
·         Pemimpin Hamba itu mengantisifasi masa depan dengan karunia pengetahuan yang diberikan oleh Roh kudus
·         Kemampuan untuk mengantisifasi dan merencanakan itu membuat sukses yang lebih besar dalam pelayanan
·         Penatalayanan (Stewardship)
·         Pemimpin hamba adalah seorang pelayan dari berkat-berkat Allah
·         Ia menunjjukkan kemurahan dalam menolong dan melayani sesama lewat berkat yang ada padanya
·         Komitmen pada Pertumbuhan (Cominment To Growth of people)
·         Pimimpin Hamba sunggunh berkomitmen pada ppertumbuhan setiap individu dan institusinya
·         Ia menyadari tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang memiliki kuasa untuk mengembangkan pertumbuhan pribadi, Profesionalisme dan pertumbuhan rohani umat.
·         Membangun komunitas (Building Community)
·         pemimpin hamba yakin bahwa komunitas sejati bisa terbentuk didalam dunia bisnis dan organisasi lainnya disamping komunitas Gereja
·         Pemimpin hamba bertujuan membangun komunitas kerajaan. Contoh; Gereja mula-mula yang dibangiun berdasarkan komunitas yang saling mengasihi dan peduli (Kis 2:41-42)
»»  baca selengkapnya...